Dewan Tabanan Sebut,PTM Harus Segera Dibuka

8

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya membahas sejumlah masalah yang harus segera dituntaskan.Komisi IV DPRD Tabanan menggelar rapat dengan Dinas Pendidikan Tabanan.

Adapun menjadi menjadi sorotan adalah mendorong Pemkab Tabanan segera membuka pembelajaran tatap muka (PTM). Namun disisi lain sebanyak 4.895 guru belum tuntas divaksin, sementara pusat menargetkan guru harus divaksin sampai akhir Mei 2021.

Kepala Dinas Pendidikan I Nyoman Putra menyampaikan, sesuai SKB 4 Menteri PTM mulai digelar awal Juli 2021. Hanya saja untuk di Tabanan bisa saja digelar mendahului asalkan sudah ada ijin dari pimpinan. Serta guru yang ada di Tabanan telah tervaksin.

“Kami juga berharap, Komisi IV ikut mendorong guru diprioritaskan vaksin. Karena ada imbauan, sekolah yang gurunya sudah divaksin secara bertahap diupayakan melaksanakan PTM secara terbatas,” ujarnya.

Dari data guru sudah disetorkan ke Dinas Kesehatan untuk divaksin sebanyak 4.895 orang. Pihaknya belum bisa menyebut berapa persen guru yang sudah divaksin. Karena, tak menutup kemungkinan dari jumlah tersebut sudah ada divaksin melalui program yang ada di desa.

“Intinya sesuai dengan perintah SKB 4 Menteri pemerintah mendorong guru akhir Mei 2021 sudah divaksin,” katanya.

Dia menyebutkan sebagai langkah kesiapan, ketika Pemkab Tabanan sudah siap mengelar PTM, Dinas Pendidikan akan melakukan simulai. Simulasi ini menggambarkan bagaimana proses pembelajaran, gambaran pelaksanaan protokol kesehatan dan lain-lain.

“Yang jelas ketika PTM ini dibuka siswa yang masuk kelas hanya 50 persen. Dengan rincian siswa SMP 18 siswa, SD 15 siswa dan siswa TK 5 orang di masing-masing kelas,” bebernya.

Kemudian, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan Gusti Komang Wastana menegaskan PTM memang harus segera dibuka. Sejalan dengan itu segala persiapan harus dilakukan. Salah satunya dewan segera memanggil Dinas Pendidikan untuk memprioritaskan guru divaksin.

Baca Juga:  Pembangunan Desa Penting Berbasis Data

“Segera kita akan koordinasikan, kapan seharusnya guru bisa vaksin. Kalau memang vaksin kurang harus sering berkoordinasi,” cetusnya.

PTM ini penting dilakukan karena selama ini, pembelajaran jarak jauh tidak memberikan hasil pembelajaran yang maksimal khususnya kelas rendah.
“Jadi harus segera mungkin PTM dipercepat. Untuk itu kami rapat kerja dengan Dinas Pendidikan, sedangkan kabupaten lain sudah melakukan PTM,” sebutnya.

Selain mendorong digelar nya PTM, Dewan juga menyoroti tentang pemeratan guru di Tabanan. Hingga saat ini Dewan belum menerima data rincian guru apa saja yang kurang.

“Pemerataan guru ini selalu menjadi permasalahan yang berulang kali. Setiap rapat, ini saja yang dibahas. Untuk itu kepada dinas pendidikan saya harapkan data segera diberikan ke Dewan tujuanya untuk ikut bekerjamsa menempatkan guru dengan baik. Contohnya di Kecamatan Baturiti banyak sekolah yang belum kebagian guru secara merata,” paparnya.

Dalam rapat tersebut selain mengundang Dinas Pendidikan juga mengundang Musyarawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SD dan SMP, Klinik Pendidikan Tabanan, Dewan Pendidikan dan Koordinator Kelompok Kerja Kepala Sekolah.