Cuaca Ekstrim, Distribusi Air Perumda Tirta Amertha Buana Terganggu, Pelayanan Tetap Dioptimalkan Serta Perbaikan Dikebut

8

TABANAN – Pantaubali.com – Intensitas hujan yang tinggi membuat sumber air baku Perumda Tirta Amertha Buana (TAB), Kabupaten Tabanan keruh setelah diterjang air lumpur serta sampah kiriman, Senin,(17/10) dan masih berlangsung hingga saat ini.

Hal itu pun membuat distribusi air bersih kepada pelanggan disejumlah wilayah terganggu.

Cuaca ekstrim yang terjadi menimbulkan air bah yang menyebabkan intake-intake berpasir dan tersumbat, pompa-pompa tidak dapat beroperasi secara maksimal, dan air baku keruh serta berlumpur.

Kemudian pipa distribusi dan transmisi disejumlah titik terputus akibat tanah longsor dan jalan ambles. Kondisi ini pun menyebab terjadi gangguan distribusi air di hampir seluruh kecamatan di Tabanan. Dan atas gangguan-gangguan yang terjadi, tim teknis Perumda Tirta Amertha Buana Kabupaten Tabanan telah melakukan pendataan mengenai titik gangguan serta langsung melakukan penanganan.

Secara detil, gangguan yang terjadi diantaranya pompa di IPA Nyanyi off akibat air baku keruh sehingga menyebabkan gangguan di wilayah Pandak Gede, Pandak Bandung, Nyitdah, Beraban, Pejaten, Belalang, Pangkung Tibah, Bengkel, Nyambu, Kaba-kaba, Cepaka, Buwit dan sekitarnya. (sekitar 5.700 pelanggan)

Kemudian, pompa di IPA Telaga Tunjung juga off akibat air baku keruh. Adapun wilayah yang terdampak meliputi Desa Bantas, Mambang, Megati, Serampingan, Selemadeg, dan sekitarnya. (sudah tertangani hari itu juga) Pompa di MA Dedari juga tidak dapat beroperasi karena volume air meluap sehingga menyebabkan gangguan di wilayah Desa Banjar Anyar, Kediri, Senapahan, Abiantuwung dan sekitarnya. (sekitar 7.800 pelanggan).

Selanjutnya pompa di IPA Antap tidak dapat beroperasi karena air baku keruh dan berdampak pada pelanggan di Desa Bajera, Berembeng, Antap dan sekitarnya. Pelanggan di wilayah Desa Bonian, Desa Antap, Desa Lalanglinggah, dan sekitarnya juga terdampak gangguan karena air baku keruh. (sekitar 2.000 pelanggan) Sumber Beji Mumbul Nyambu juga diterjang banjir terdampak daerah Banjar Dukuh, Nyambu, Kelakahan, Buwit dan sekitarnya. (sekitar 800 pelanggan)

Baca Juga:  Pastikan Rekonstruksi Berjalan Lancar, Bupati Sanjaya Tinjau Pemasangan Bagan Utama Patung Wisnu Murti

Selain itu pelanggan wilayah Banjar Cau, Desa Tua, dan sekitarnya juga terdampak akibat putusnya pipa distribusi 3″ di Banjar Cau, Desa Tua, lantaran jalan putus dan longsor. (sekitar 30 sambungan saat ini sudah normal).

Kemudian pipa transmisi 6″ di MA Kelepud, Dalang juga terkena longsor sehingga terdampak pada pelanggan di Desa Dalang, Desa Gadungan dan sekitarnya. Sekitar 600 pelanggan).

Pipa di Shorcut Meliling juga terputus yang berdampak pada pelanggan di Serampingan, Megati, Bantas, Mambang dan sekitarnya. (3.000 pelanggan) Dan pipa transmisi 6″ di Gangsang juga putus sehingga berdampak pada pelanggan di wilayah Banjar Batannyuh, Umadiwang, Umabian, Desa Kukuh, Banjar Pemenang, dan sekitarnya. (sudah tertangani hari itu juga).

Kemudian di jembatan Dadakan, Abiantuwung, pipa 6’ putus, yang berdampak pada Dadakan, Carik Padang, Nyambu, Tohjiwa, Juntal, Gamongan, dan sekitarnya.

Namun untuk daerah yang tidak bisa terlayani, maka Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan mendistribusikan truk tangki. Adapun truk tangki yang telah didistribusikan Senin, (17/10) diantaranya di wilayah Ganter, wilayah BSI, dan Banjar Panti, Kediri, masingmasing satu truk tangki.

Kemudian pada hari Selasa (18/10) truk tangki telah mendistribusikan air ke Jalan Teuku Umar, Kediri, Desa Duwit dan Banjar Pande, Kediri. Hari Rabu (19/10/2022) truk tangki mendistribusikan air ke wilayah Bingin Ambe, Taman Sekar, wilayah Bypass Ir. Soekarno, Perum Pondok Asri, Puskopad 3 Sanggulan.

Selanjutnya hari, Kamis (20/10) truk tangki kembali mendistribusikan air ke wilayah Bypass Ir Soekarno, Desa Abiantuwung, Desa Buwit, Bharaloka Permai, Kaba-kaba Dangin Uma, BSI, Banjar Anyar, dan Sanggulan Desa. Adapun armada yang dikerahkan terdiri dari dua truk tanki dari Perumda Tirta Amertha Buana, ditambah dua armada dari BPBD Tabanan, dan dua armada dari Damkar Tabanan.

Baca Juga:  Selesai HUT Kota Tabanan, Ketua DPRD Langsung Penuhi Uleman Warga

Dengan kapasitas satu tangki 4.000 hingga 5.000 liter. Dan tambahan dari satu kendaraan dari Kemensos yang khususnya standby di Marga. Rencana hari ini ke wilayah Senapahan, wilayah Jagasatru, Kediri, Banjar Panti, Banjar Puseh, Tohjiwa, Carik Padang, Nyambu.

Dan untuk perkembangan Jumat,(21/10) perbaikan yang sudah diselesaikan diantaranya di MA Tasakan, Baturiti, yang sudah dalam tahap normalisasi. Begitu juga perbaikan di Shortcut Meliling sudah dalam tahap normalisasi (namun pipa 3’ dan 6’ di Megati kembali terputus Kamis malam akibat terkena alat berat proyek pemasangan box culvert dengan wilayah terdampak Kerambitan, Megati, dan sekitarnya). Dan di Malmundeh sedang dalam pekerjaan.

Sedangkan di MA Dedari dari 7 sumber yang ada, baru 3 yang disambung, sedangkan lainnya masih dalam tahap pekerjaan. Begitu juga dengan pipa yang terkena longsor di Gadungan yang sedang dalam tahap perbaikan. Dan Beji Mumbul Nyambu juga sudah sedang dalam tahap normalisasi.

Atas kondisi ini pelanggan senantiasa diimbau untuk menampung air secukupnya saat air masih mengalir. Namun tentunya pendistribusian air akan diupayakan segera normal kembali setelah pekerjaan perbaikan selesai.