Bupati Tabanan Resmikan Pusat Terapi Desa di Sanggulan, Harapkan Mampu Bersinergi dengan Program Pemerintah

7

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, mengapresiasi terwujudnya Pusat Terapi Desa hasil kerjasama antara Yayasan Peduli Kesehatan (YPK) Bali dengan Forum Bhineka Tunggal Ika Tabanan. Hal itu ditunjukan dengan meresmikan Pusat Terapi Gratis itu yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita di Sekretariat Forum Bhinneka Tunggal Ika Tabanan, Jl. Tukad Saba Blok XII No. 22, Sanggulan Anyar, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, belum lama ini (Jumat, (20/5).

Selain mendapat apresiasi, misi sosial ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tabanan apalagi diwujudkan oleh Forum Bhineka Tunggal Ika yang mewadahi semua suku-suku, Agama di Tabanan. Didampingi oleh beberapa anggota DPRD Tabanan, Sekda dan OPD terkait, Bupati Sanjaya dengan bangga meresmikan pusat terapi desa ini. Nampak juga hadir saat itu, Ketua Forum Bhineka Tunggal Ikan beserta pengurus dan anggota, Pengurus Yayasan Peduli Kesehatan, juga undangan terkait lainnya.

Dalam sambutannya saat itu, Bupati Sanjaya mengaku sangat bangga karena Tabanan memiliki beragam suku namun tetap mampu berjalan beriringan dengan penuh keharmonisan. Terlebih dengan adanya Forum Bhineka Tunggal Ika yang menjadi suatu wadah persatuan semakin menunjukan eksistensinya di Ulang Tahunnya yang ke-4. “Buktinya pada ulang tahun ke 4 ini Forum Bhineka Tunggal Ika sudah mampu membuat pusat terapi Desa. Tetap pertahankan langka-langkah sekecil apapun baik di masa lalu maupun kedepannya kita harus terus bergerak,” pinta orang nomor satu di Tabanan itu.

Selain itu, Sanjaya juga meminta agar pusat terapi desa ini mampu dikembangkan kedepannya. Menurutnya, hal ini merupakan misi sosial yang sangat baik guna membantu kesehatan masyarakat, apalagi dibangun dngan semangat persatuan.

Baca Juga:  Wagub Bali : “Pembangunan Desa Wisata Harus Dibarengi dengan Pembangunan SDM Masyarakat Desanya”

“Silaturahmi ini tetap dijaga antar semua umat yang khususnya ada di Tabanan ini. Saya bangga terwujudnya pusat terapi desa di Sangulan ini diharapkan kedepannya agar mampu membantu kesehatan masyarakat. Hal ini sangat saya apresiasi, sehingga kedepannya agar terus ditingkatkan dan dikembangkan yang sebesar-besarnya untuk kesehatan masyarakat,” Sanjaya menambahkan.

Pada kesempatan itu, Sanjaya juga menekankan bahwa persaudaraan dan persatuan adalah hal yang paling penting dalam mewujudkan kerukunan dan pembangunan umat dan hampir hal itu selalu digaungkan dalam setiap kunjungannya ke masyarakat.

“Mari dimanapun tanah dipijak, disitulah langit dijunjung. Ini jangan pernah dilupakan, tujuannya apa, karena saya memiliki visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Di Kabupaten Tabanan Menuju Tabanan Era Baru Yang Aman Unggul Dan Madani (AUM). Kalau bukan saudara-saudara yang turut membangun, lalu siapa lagi. Mari kita wujudkan Tabanan Era Baru Yang AUM ini,” pintanya.

Karena Sanjaya sangat menyadari bahwa membangun Tabanan tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah saja tetapi harus ada campur tangan dari seluruh elemen masyarakat Tabanan.

Sementara di kesempatan yang sama, Ketua Panitia kegiatan Bagia Utomo Esa mengatakan bahwa Pusat Terapi Desa ini dibangun bertujuan untuk membantu masyarakat yang merupakan kerjasama antara Yayasan Peduli Kesehatan (YPK) Bali dengan Forum Bhineka Tunggal Ika Tabanan. Pusat terapi ini melayani gangguan tumbuh kembang anak, cerebral palsy, pasca stroke, pasca kecelakaan, kesemutan, nyeri bahu, nyeri pinggang, lutut, dan lainnya. Pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu terwujudnya pusat terapi ini begitupun juga Ia sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemkab Tabanan.(Rilis)

 

Baca Juga:  700 Atlet Akan Berlaga di Kejurnas Antar Club Voli se-Indonesia di Tabanan