Banjir,Danrindam IX/Udayana Sempat Diprotes Warga Perum Lebah Asri Kediri

66

TABANAN – Pantaubali.com – Hujan deras sempat mengguyur Tabanan mulai hari Jumat (15/1) hingga Sabtu dinihari (16/1) lalu menyebabkan 22 KK atau 22 rumah di Perumahan Lebah Asri, Banjar Dahan Tenten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan direndam banjir.Terkait hal tersebut menurut, Komandan Resimen Induk Kodam (Danridam) IX/Udayana Kolonel Inf. Joao Xavier Barreto Nunes saat turun langsung ke lokasi.Warga sempat melakukan protes terhadap Asrama Resimen Induk Kodam (Rindam) IX/Udayana.

Dikarenakan,asrama Rindam IX/Udayana dianggap sebagai penyebab terjadinya banjir di pemukiman tersebut, setelah dibangun tembok penahan yang lokasinya berdampingan dengan Asrama Rindam IX/Udayana,itu disampaikan Komandan Resimen Induk Kodam (Danridam) IX/Udayana Kolonel Inf. Joao Xavier Barreto Nunes,belum lama ini di Tabanan.

“Mereka protes, marah-marah. Katanya sudah puluhan tahun tinggal disini, baru di saat saya menjabat, mereka direndam banjir. Padahal sebelumnya, Asrama Rindam selama puluhan tahun direndam banjir mereka tidak tahu. Yang protes itu kebetulan ibu-ibu. Saya tanya balik, apakah sebelumnya ibu pernah protes ke para pendahulu atau tidak. Apakah tahu kalau Asrama Rindam selalu direndam banjir puluhan tahun,” jelasnya.

Dirinya mengaku, sempat tegang dengan warga setempat. Banyak protes dan caci maki. Nunes memilih untuk menerima dan bersama warga mencari solusi bersama dan terbaik agar semuanya tidak dirugikan.

“Mereka ini warga saya juga. Kalau mereka susah, saya juga yang susah. Ada banyak juga yang pensiun dari Rindam, baik sebagai PNS maupun anggota TNI aktif. Semuanya jadi korban. Jadi sebaiknya saya harus bertanggung jawab terhadap banjir ini,” ujarnya.

Setelah berkoordinasi dengan Kodim Tabanan, pihaknya mendatangkan alat berat untuk membantu melakukan penggalian saluran di depan rumah warga bagi yang merelakan tanahnya.

Baca Juga:  Ini Kata Ditjen Otda Kemendagri RI di Rakor Pemantapan Pelantikan Bupati dan Walikota Besok

“Awalnya, banyak protes, mereka tidak mau. Sebab nanti ada saluran pipa air minum, dan sebagainya. Saya tegaskan bahwa semua harus ada solusi agar banjir tidak merendam lagi pemukiman. Kalau masih protes, saya tarik alat berat dan pasukan. Akhirnya semua melunak,” sebutnya.

Danrindam IX/Udayana akhirnya turun langsung mengawasi proses penggalian saluran sejauh yang sudah direlakan oleh pemilik rumah. Bukan hanya itu. Ratusan anggota diturunkan untuk membersihkan rumah warga yang direndam banjir. Ratusan anggota TNI tersebut membersihkan lumpur, yang ada di rumah warga, mengeluarkan sampah baik yang dalam rumah maupun di depan rumah warga yang terbawa oleh banjir semalam suntuk.

“Kita mencari solusi bersama. Kita bekerja saja dengan tulus. Soal biaya datang dari mana, nanti urusan belakangan. Belum bekerja, jangan sampai takut dengan bayangan sendiri. Tuhan pasti tahu apa yang kita mau, asal dilakukan dengan tulus dan iklas demi rakyat,” tutupnya.