Akhirnya Korban Terseret Arus di Pantai Batu Tampih Ditemukan Meninggal Dunia

6

TABANAN – Pantaubali.com – Sempat dikabarkan hilang terseret arus, akhirnya Riski (21) telah ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia, Senin (26/9) sekitar pukul 17.50 Wita. Jenasah warga asal Desa Jeris, Situbondo tersebut, terdampar di Pantai Kelating tepatnya di bagian muara.

Tim yang semula memusatkan pencarian di seputaran lokasi korban terseret arus, segera bergerak ke pantai Kelating untuk melaksanakan evakuasi. Kepala Seksi Operasi SAR, Anak Agung Alit Supartana dalam wawancaranya mengatakan, bahwa posisi penemuannya berada kurang lebih 3 kilometer arah barat LKM (koordinat 8° 34.879’S-115° 3.479’T).

“Setelah kami melakukan pengecekan bahwa memang benar korban atau target yang kita cari yang terdampar ini setelah dicek keluarga atau teman korban,” ungkap Alit Supartana.

Selanjutnya jenasah dibawa ke Rumah Sakit Umum Tabanan menggunakan Ambulance Bhuana Bali Rescue.

Hari kedua pencarian korban, tim SAR gabungan memulai pencarian sejak pagi dengan menggunakan 2 unit rubber boat dan jukung nelayan. Dimana fokus pencarian sejauh 0,59 mil dari bibir Pantai Batu Tampih dengan luas area 6 Nm. Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan Basarnas Bali, Polres Tabanan, Polair Polres Tabanan, Babinsa Desa Sudimara, BPBD Tabanan, Bhuana Bali Rescue, Potensi SAR Radio 115, Kelompok Nelayan Batu Tampih dan Kelating, rekan korban dan masyarakat setempat.

Diberitakan sebelumnya korban atas nama Riski mandi di Pantai Batu Tampih sekitar pukul 17.45 Wita bersama 2 orang rekannya. Tak lama berselang tiba-tiba mereka terseret arus dan 2 orang berhasil selamat, namun nahas Riski dikabarkan menghilang.

Baca Juga:  Dukung Kekompakan Komunitas Sepeda Motor, Bupati Tabanan Ikut Touring Keliling Kota