Rencana Koalisi PDIP-Golkar di Pilkada 2024 Tabanan, Sanjaya: Belum Deal

Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengaku bahwa hingga saat ini antara pihaknya di PDIP dengan Golkar sudah membangun komunikasi politik. Namun, rencana koalisi belum deal.
Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Rencana koalisi antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Golkar di Kabupaten Tabanan pada Pilkada serentak 2024 makin santer diberitakan.

Rencana tersebut mencuat usai Partai Golkar mangkir dari rapat pembentukan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus beberapa waktu lalu.

Disamping itu, Golkar juga belum memberikan keputusan untuk bergabung dalam KIM Plus dalam mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada serentak yang akan berlangsung 27 November 2024 mendatang.

Terkait hal tersebut Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengaku bahwa hingga saat ini antara pihaknya di PDIP dengan Golkar sudah membangun komunikasi politik. Namun, rencana koalisi belum deal.

“Deal sih belum. Kami masih melakukan komunikasi. Tahapannya juga masih panjang sebelum 27 November. Rekomendasi juga baru turun Agustus,” ujar Sanjaya, Jumat (21/6/2024).

Baca Juga:  Pengelolaan DTW Bedugul Terkendala Investor

Sanjaya mengatakan, komunikasi politik yang dilakukan ini merupakan amanat dari pimpinan partai di pusat. “Selain itu, tujuannya melakukan komunikasi agar semua pihak bersama-sama berkontribusi membangun Tabanan,” tegasnya.

Kebetulan dari sisi politik, sambung Sanjaya, suara partai PDIP di Tabanan menjadi yang terbaik se-Bali.

Yang mana, kursi DPRD tingkat Kabupaten mencapai 31 kursi dari total 40 kursi. Atau dengan kata lain perolehan suaranya mencapai 77,5 persen.

“Ketika ada partai Golkar atau juga partai lain yang tidak mendapat kursi di Pemilu lalu dan jika mereka ingin membangun komunikasi politik maka kita welcome,” ucapnya.

Baca Juga:  Diduga Sopir Ngantuk, Truk Oleng Tabrak Mobil dan Pelinggih di Kerambitan

Politisi asal Desa Dauh Pala, Tabanan ini juga mengaku, Golkar sempat menghubungi dirinya untuk menjadwalkan pertemuan komunikasi politik.

“Saya sampaikan rencana tersebut ke pusat dan direspon positif, maka saya welcome. Mudah-mudah minggu-minggu ini saya ajak silaturahmi dan saling berkunjung,” tambahnya.

Menurut Sanjaya, membangun koalisi seperti orang yang sedang mencari kecocokan dengan calon pasangannya.

Baca Juga:  Restu Dewata Grop Berbagi Sembako dan Uang Tunai Kepada Lansia di Desa Jatiluwih 

“Seperti kita kawin harus dilakukan lirik-lirik, curi pandang, pacaran dulu lah. Nanti siapa tau cocok ya kita kawin. Kalau tidak cocok nanti malah cerai lagi,” imbuhnya. (ana)