Dandim Jembrana Siapkan Sanksi untuk Anggota yang Terlibat Judol dan Pinjol

Komandan Kodim 1617/Jembrana, Letkol Inf M. Adriansyah
Komandan Kodim 1617/Jembrana, Letkol Inf M. Adriansyah

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Kodim 1617/Jembrana menyiapkan sanksi tegas untuk perajuritnya yang terlibat judi online (Judol) dan pinjaman online (Pinjol).

Seperti yang diketahui, saat ini pijaman online dan judi online marak terjadi di lingkungan masyarakat. Hal tersebut kemungkinan terjadi lantaran adanya desakan ekonomi.

Komandan Kodim 1617/Jembrana, Letkol Inf M. Adriansyah menegaskan, bagi prajurit yang terbukti terlibat judi online dan pinjol, sanksi tegas akan diberikan.

“Tidak hanya teguran atau hukuman fisik, tetapi juga ada pasalnya dan dikenai hukuman perdata. Ini merupakan sanksi kepada prajurit sebagai efek jera,” ungkapnya, Minggu (16/4/2024).

Pihaknya menjelaskan, sanksi yang diberikan beragam, mulai dari dimasukkan sel, penundaan pangkat, hingga pemotongan tunjangan kerja.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Siap Bangkitkan Pariwisata Bali Barat dan Utara

“Semua itu tujuannya agar para prajurit bisa menjauhi judi online dan pinjol yang saat ini sangat meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Adriansyah mengatakan, sebagai upaya untuk meningkatkan penghasilan prajurit di luar gaji, pihaknya juga memberikan pelatihan keterampilan seperti bertani dan bercocok tanam.

“Saya harap dengan penghasilan tambahan ini, prajurit tidak lagi tergoda untuk judi online dan pinjol,” jelasnya.

Menurutnya, tidak sedikit prajurit yang terjerat judi online, kemungkinan besar karena faktor lingkungan. Hal ini tidak hanya terjadi di Jembrana, tetapi juga di seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Kejari Jembrana Musnahkan Ribuan Pil Koplo

“Selama ini jajaran kodim 1617 Jembrana saya belum temukan anggota ada yang bermain judi online dan terjerat pinjol,” terangnya.

Adriansyah melanjutkan, pihaknya terus menggencarkan upaya pencegahan dan pemberantasan judi online, salah satunya dengan memberikan penekanan kepada anggota, terutama setelah apel dan upacara.

“Kami selalu mengingatkan anggota tentang bahaya judi online, termasuk akibat fatal seperti kehilangan nyawa karena menghabiskan banyak uang,” jelasnya.

Baca Juga:  Jembrana Mulai Uji Coba Mesin Pengolahan Sampah Jadi RDF

Lebih lanjut, Letkol Adriansyah menjelaskan strategi lain yang dilakukan, yaitu dengan memantau struk gaji dan berkoordinasi dengan pihak bank.

“Setiap transaksi judi online pasti menggunakan rekening. Rekening itulah yang kita pantau. Kami dan pihak bank juga sudah melakukan sosialisasi kepada prajurit tentang cara mengontrol pengeluaran gaji dan uang tunjangan,” tutupnya. (ana)