DPRD Tabanan Dukung Rencana Pembentukan Kawasan Terintegrasi Perkebunan dan Pariwisata

Rapat koordinasi pembahasan kawasan terintegrasi perkebunan dan pariwisata di Kecamatan Tabanan.
Rapat koordinasi pembahasan kawasan terintegrasi perkebunan dan pariwisata di Kecamatan Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan sedang merancang pembentukan kawasan terintegrasi perkebunan dan pariwisata di daerah Tabanan Barat yang meliputi dua kecamatan yakni Kecamatan Selemadeg Barat dan Pupuan.

Rencana pembentukan kawasan terintegrasi itu mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani.

“Kami sangat mendukung, karena ini menjadi harapan masyarakat Tabanan khususnya yang ada di wilayah Tabanan Barat agar bisa memanfaatkan potensi lokal yang dimilikinya secara maksimal,” ujarnya, Kamis (16/5/2024).

Baca Juga:  PDIP Tabanan Gelar Sosialisasi Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Ke Depan

Omardani mengaku, sejatinya pengembangan potensi hasil pertanian dan perkebunan di wilayah Tabanan Barat telah dilakukan sejak lama. Salah satunya yakni pembentukan desa buah yang mengembangkan potensi buah-buahan lokal di masing desa tersebut.

Seperti contohnya pengembangan buah durian di Desa Mundeh Kangin dan Desa Belimbing di Kecamatan Pupuan yang sekaligus dijadikan kawasan pariwisata. Termasuk juga desa-desa yang lain dengan potensi buah seperti manggis, salak madu dan wani.

Baca Juga:  Operasi Patuh Agung Digelar 15-28 Juli 2024, Ini Jenis Pelanggaran yang Disasar

“Namun, untuk mendukung kegiatan pengembangan ini dibutuhkan regulasi seperti surat keputusan (SK) dari Badan Pengelola, SK Pembentukan Desa Buah, serta regulasi lainnya. Inilah yang kami harapkan dari adanya rencana pembentukan kawasan terintegrasi oleh Bapak Bupati Tabanan,” ucapnya.

Pihaknya berharap, dengan dibentuknya kawasan desa buah ini maka kendalanya yang sering dihadapi petani yakni penurunan harga pasca panen bisa teratasi. Misalnya saat masa panen durian dan manggis yang melimpah, harga beli yang diterima petani justru turun.

Baca Juga:  Parade Gebogan Bakal Digelar di Ulun Danu Beratan Selama Satu Bulan

“Nah dengan adanya campur tangan pemerintah daerah, kami berharap harga itu bisa stabil,” harapnya. (ana)