Wagub Bali Kunjungi Proyek Penataan Kawasan Suci Besakih dan Pusat Kebudayaan Bali

28
Wagub Cok Ace Senang, Penataan Kawasan Suci Pura Agung Besakih Hampir Rampung

PANTAUBALI.COM,Karangasem – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menyampaikan apresiasinya setelah meninjau langsung proyek Penataan Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem. Sekaligus meninjau juga pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Gunaksa, Klungkung pada Jumat (13/1) siang. ”Saya lihat dan meninjau langsung progres dan kualitas pekerjaan, nyaris sudah selesai semua,” kata Wagub.

Di sela kunjunganya tersebut Cok Ace hanya menggaris bawahi beberapa titik yang dihiasi relief yang harus mengejar target agar selesai tepat waktu. “Saya harap bisa dipantau terus (pembuatan relief, red) dan kalau yang lain saya kira sudah bagus,” imbuhnya.

“Hari ini saya juga mengajak teman-teman dari kalangan perguruan tinggi dan kalangan pariwisata. Karena beliau-beliau ini yang akan jadi ‘user’ di sektor pariwisatanya,” katanya lagi.

Wagub yang didampingi pula Kepala Dinas PUPR Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha pun berharap dalam sisa waktu yang tinggal beberapa hari kedepan semuanya bisa diselesaikan dengan baik dan sesuai dengan kualitas yang diinginkan. “Sekali lagi terima kasih kepada para pekerja dan teman-teman lain yang turut serta dalam proyek penataan ini,” ucap Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Pimpinan Proyek (Pimpro) Penataan Kawasan Pura Agung Besakih Fajar Titiono mengatakan, Penataan ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang muncul pada saat upacara peribadatan atau pada masa puncak kedatangan wisatawan yang berdampak pada kemacetan akibat banyaknya kendaraan umum maupun pribadi yang datang.

Selain itu kurangnya fasilitas pendukung toilet dan pendukung lainnya juga menjadi masalah, Misalnya Penataan Gedung Parkir yang ada di kawasan Besakih ini, dibangun bertingkat ke bawah terdiri dari 4 lantai sesuai rencana, gedung parkir yang ada di dua area ini akan menampung  3.288 unit sepeda motor dan 5.738 mobil  serta 187 unit bus ukuran sedang.

“Proses ini juga untuk melancarkan sirkulasi kendaraan dan kepadatan dan menambah kenyamanan pada pemedek untuk melaksanakan peribadatan,” jelasnya. ( Rilis )