Kunjungan Wisman Mandarin Menurun,Pramuwisata Menjerit di Bali Denpasar

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali,I Nyoman Nuarta,Senin,(2/3) di Denpasar menyampaikan, pasca isu Corona selain berdampak pada industri perhotelan. Akhirnya,berdampak juga pada profesi pramuwisata di Provinsi Bali.Hal tersebut terjadi dikarenakan,dampak dari turunya wisatawan mancanegara khususnya wisatawan Mandarin ke Bali.

“Terkait adanya isu virus Corona, terus terang saja kami dilembaga (HPI Bali) sudah merasakan dampak yang luar biasa.Bisa dikatakan,virus Corona dalam jangka waktu pendek memberi pengaruh kepada anggota kami yang bekerja di lapangan.Sementara waktu para anggota istirahat pasca adanya isu virus Corona,” jelasnya..

Jika dilihat ada juga dampak positifnya.Adapun dampak positifnya, yaitu pada saat tamu ramai para anggota jarang bersilaturahmi dengan keluarga.Saat kondisi seperti saat ini,bisa melakukan silaturahmi dengan keluarga.
“Jadi suka tidak suka, sementara waktu para anggota dapat beristirahat sementara waktu,”ucapnya.

Baca Juga:  Suhu di Bali Terasa Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Tetap berpikir positif dan yakin semua pasti akan berlalu.Jangan dalam kondisi seperti saat ini malah. berfikir negatif, tentu dampaknya nanti malah akan negatif.
“Jika kita ngomong negatif,kita tidak akan mengetahui kapan ini akan berakhir. Jadi,pastikan pikiran kita harus positif juga,” ujarnya.

Di DPD HPI Bali, tidak akan ada kata anggota di rumahkan, karena sedikit sekali atau 0,5% anggota berkatagori staf yang lain freeland.
“Ada pekerjaan, ya kerja dan jika tidak ada pekerjaan.Ya dia tidak bekerja.Jadi,tidak ada kaitan dengan PHK,”katanya.

Baca Juga:  Gedung GDLN Unud Sudirman Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Jika dilihat saat ini ada 11 segmen pasar, akan tetapi dari jumlah tersebut paling banyak adalah, wisatawan Mandarin sebesar 90%. Meskipun ada sedikit segmen pasar Taiwan,akan tetapi masih sangat kecil sekali.Untuk segmen pasar yang lain,bisa dikatakan persentasenya berbeda-beda. Misal, wisatawan Korea kunjungan berdampak pasca isu virus Corona sebesar 75%.

“Isunya akan ada penutupan penerbangan dari Korea ke Bali. Wisatawan Eropa juga saat ini telah ada membatalkan hampir sebesar 50% . Selain itu juga, wisatwan Jepang dari catatan kami ada membatalkan sebanyak 60% juga. Banyak tamu group yang membatalkan,”jelasnya.

Baca Juga:  Suhu di Bali Terasa Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Terkait stemulus oleh Pemerintah tersebut hanya pada usaha yang bergerak pada Hotel dan Restaurant saja. Akan tetapi khusus bagi Pramuwisata,sampai saat ini belum ada stemulusnya.

“Kitapun tidak mengharapkan setemulus tersebut,karena sejak dulu kami merupakan lembaga yang sangat mandiri sekali,” cetusnya.

Dia menambahkan,Virus Corona merupakan penyakit bukan Humaneror.Jadi,semua pada tahap sabar menunggu. Dan mudah-mudahan cepat berlalu wabah virus Corona ini, sehinga para anggota di lapangan bisa bekerja kembali, guna mencari rezeki sebagai pemandu wisata.