2020, Volume Lalu Lintas Tol Bali Mandara Turun 70% per hari

14

DENPASAR – Pantaubali.com – Dampak pandemi Covid-19 meluas diberbagai sector, bahkan melumpuhkan sektor andalan Indonesia yaitu Pariwisata. Kini Pulau Dewata yang terkenal akan keindahan alam serta budayanya seakan menghentikan seluruh aktivitas masyarakatnya.

Akibatnya Objek wisata, hotel dan villa yang biasanya penuh sekarang sepi pengunjung akibat pembatasan kunjungan domestik dan mancanegara. Senada dengan itu, Jalan Tol Bali Mandara yang volume lalu lintasnya sangat bergantung pada kunjungan wisata ke Bali, kini hanya bisa menunggu sembari melakukan efisiensi di segala lini bisnis demi menjaga keberlangsungan bisnis perseroan sekaligus berharap bahwa pariwisata Bali akan bangkit kembali yang turut diikuti dengan pemulihan ekonomi Bali seiring dengan berakhirnya pandemi COVID-19.

Akhirnya kondisi tersebut berimbas pada penurunan volume lalu lintas di Tol, itu disampaikan, Corporate Relation PT Jasamarga Bali Tol,I Putu Gandi Ginantra,saat dikonfirmasi siang tadi via WA,Jumat,(5/2) di Denpasar.

“Pendapatan dan volume lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara bergantung kepada pariwisata Bali.Pada 2020, volume lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara turun rata-rata 70% per harinya,” ujarnya.

Bahwa pada hari-hari normal sebelum adanya pandemi Covid-19 di Indonesia, per hari arus lalu lintas yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara, mencapai 40 sampai 45 ribu kendaraan.Setelah adanya corona, turun hingga menjadi rata-rata 9-12 ribu kendaraan per harinya.

“Walaupun terjadi penurunan volume lalu lintas secara signifikan namun aspek kenyamanan, keamanan dan kelancaran Jalan Tol Bali Mandara tetap sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat dan berlaku diseluruh Jalan Tol di Indonesia,” katanya

Bahwa seluruh sumber daya operasional seperti Mobile Customer Service, Patroli Jalan Raya (PJR), Ambulance, Rescue, dan Derek disiagakan 24 jam. Para petugas operasional pun siap memberikan layanan optimal. Selain itu, untuk pemantauan kondisi terkini terdapat 50 CCTV, VMS (Rambu Informasi Elektronik) dan Anemometer (alat pengukur Kecepatan angin).

Baca Juga:  Gerakan Vaksinasi Nasional, Gubernur Bali : Pariwisata jadi Target Pemulihan Pertama

“Kami juga menghimbau pengguna jalan tol yang hendak masuk tol agar selalu menyiapkan uang elektronik dengan saldo yang cukup saat melakukan transaksi di gardu tol. Pengguna jalan tol dapat melakukan pengisian saldo uang elektronik di drive thru top up uang elektronik yang berlokasi di Jalan Pelabuhan Benoa, dibawah Simpang Susun Benoa dan membeli kartu uang elektronik di setiap gerbang tol. Tambah Adi,” paparnya.

Seluruh sumber daya operasional yang disiagakan di Jalan Tol Bali Mandara selalu menerapkan protokol Kesehatan 5M.

“Seluruh Karyawan di PT Jasamarga Bali Tol secara berkala (1 Bulan sekali) mengadakan uji swab berbasis antigen, pemberian vitamin pelengkap untuk menjaga daya tahan tubuh, penggunaan masker dan hand sanitizer serta meminimalkan interaksi secara langsung dengan pengguna jalan tol,” pungkasnya.